41). Apakah hukum menoleh di dalam sholat?
Jawab :
๐Menoleh di dalam sholat hukumnya makruh. Dan boleh menoleh ketika diperlukan.
โก Dalilnya adalah hadits ‘ Aisyah radhiyallahu ‘anha:
ุนููู ุนูุงุฆุดูุฉ ููุงููุชู ุณูุฃูููุชู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุนููู ุงููุงููุชูููุงุชู ููู ุงูุตููููุงุฉู ููููุงูู : ( ูููู ุงุฎูุชูููุงุณู ููุฎูุชูููุณููู ุงูุดููููุทูุงูู ู ููู ุตูููุงุฉู ุงููุนูุจูุฏ ).ู ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู.
dari ‘Aisyah berkata, Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang menoleh dalam shalat. Maka Beliau bersabda: “Itu adalah sambaran yang sangat cepat yang dilakukan oleh setan terhadap shalatnya hamba.”
๐ HR. Bukhori.
๐ธ Ini dalam hal menoleh dengan kepala.
๐พAdapun membalikkan badan secara keseluruhan, maka tidak boleh karena seandainya dia berpaling dari kiblat maka batal sholatnya.
Dan makna:
( ุงุฎูุชูููุงุณู ููุฎูุชูููุณููู ุงูุดููููุทูุงูู)
Bahwasanya setan mencuri dari seorang hamba dengan menolehnya dalam sholatnya dan merampasnya sekali sambaran sampai masuk padanya dengan sebab itu kekurangan dan kesalahan pada sholatnya.
๐ฟMenoleh ada dua macam:
Menoleh (berpalingnya) hati dan menolehnya wajah.
โกDalil bolehnya menoleh wajah ketika diperlukan hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu
ุนููู ุฌูุงุจูุฑู ููุงูู ๐ ุงุดูุชูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุตููููููููุง ููุฑูุงุกููู ูููููู ููุงุนูุฏู ููุฃูุจูู ุจูููุฑู ููุณูู ูุนู ุงููููุงุณู ุชูููุจููุฑููู ููุงููุชูููุชู ุฅูููููููุง ููุฑูุขููุง ููููุงู ูุง ููุฃูุดูุงุฑู ุฅูููููููุง ููููุนูุฏูููุง ููุตููููููููุง ุจูุตูููุงุชููู ููุนููุฏูุงโฆ). ุฑูุงู ู ุณูู .
dari Jabir dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang sakit, lalu kita shalat di belakangnya, sedangkan beliau dalam keadaan duduk, dan Abu Bakar memperdengarkan takbirnya kepada manusia. Lalu beliau menoleh kepada kami, maka beliau melihat kami shalat dalam keadaan berdiri. Lalu beliau memberi isyarat kepada kami untuk duduk, lalu kami shalat dengan mengikuti shalatnya dalam keadaan dudukโฆ
๐ HR. Muslim.
42). Apakah hukum meletakkan lukisan, gambar atau tulisan di depan orang yang sedang sholat?
Jawab:
๐ฟHukumnya adalah makruh karena akan menyibukkan seorang yang sedang sholat dari sholatnya.
โก Dalilnya adalah hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha:
ุนููู ุนูุงุฆูุดูุฉู ุฃูููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุตููููู ููู ุฎูู ููุตูุฉู ููููุง ุฃูุนูููุงู ู ููููุธูุฑู ุฅูููู ุฃูุนูููุงู ูููุง ููุธูุฑูุฉู ููููู ููุง ุงููุตูุฑููู ููุงูู : ( ุงุฐูููุจููุง ุจูุฎูู ููุตูุชูู ููุฐููู ุฅูููู ุฃูุจูู ุฌูููู ู ููุฃูุชููููู ุจูุฃูููุจูุฌูุงูููููุฉู ุฃูุจูู ุฌูููู ู ููุฅููููููุง ุฃูููููุชูููู ุขููููุง ุนููู ุตูููุงุชูู ). ููููุงูู ููุดูุงู ู ุจููู ุนูุฑูููุฉู ุนููู ุฃูุจูููู ุนููู ุนูุงุฆูุดูุฉู ููุงูู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู : ( ููููุชู ุฃูููุธูุฑู ุฅูููู ุนูููู ูููุง ููุฃูููุง ููู ุงูุตููููุงุฉู ููุฃูุฎูุงูู ุฃููู ุชูููุชูููููู ). ู ุชูู ุนููู.
dari ‘Aisyah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam shalat memakai mantel (Khamishah) Lalu beliau melihat kepada gambar tersebut. Selesai shalat beliau berkata: “Pergilah dengan membawa kain ini kepada Abu Jahm dan gantilah dengan pakaian polos dari Abu Jahm. Sungguh kain ini tadi telah mengganggu shalatku.” Hisyam bin ‘Urwah berkata dari Bapaknya dari ‘Aisyah berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku melihat pada gambarnya sedangkan aku dalam keadaan sholat lalu aku khawatir gambar itu menggangguku.”
๐ HR. Bukhori dan Muslim.
โกKhamishah:
Mantel (pakaian luar) berwarna hitam (ada juga yang merah) yang memiliki corak bergaris-garis dan rumbai.
โถ Dan termasuk kesalahan yang terjadi pada sebagian orang adalah memajang kaligrafi ayat Al-Qur’an dan hadits Rasulullah โ๏ทบ pada dinding masjid terkhusus di bagian depan masjid, ini tidak pernah dilakukan oleh salafush shalih (generasi terdahulu) dan ini akan menyibukkan orang-orang yang sedang sholat.
