๐ฆDi Antara Hukum Setelah Seorang Itu Meninggal Dunia๐ฆ
ุนููู ุฃูู ูู ุณูููู ูุฉู ุ ููุงููุชู : ุฏูุฎููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุนูููู ุฃูุจูู ุณูููู ูุฉูุ ููููุฏู ุดูููู ุจูุตูุฑููู ุ ููุฃูุบูู ูุถูููุ ุซูู ูู ููุงูู : ” ุฅูููู ุงูุฑูููุญู ุฅูุฐูุง ููุจูุถู ุชูุจูุนููู ุงููุจูุตูุฑู “. ููุถูุฌูู ููุงุณู ู ููู ุฃูููููููุ ููููุงูู : ” ููุง ุชูุฏูุนููุง ุนูููู ุฃูููููุณูููู ู ุฅููููุง ุจูุฎูููุฑูุ ููุฅูููู ุงููู ูููุงุฆูููุฉู ููุคูู ููููููู ุนูููู ู ูุง ุชููููููููู “. ุซูู ูู ููุงูู : ” ุงููููููู ูู ุงุบูููุฑู ููุฃูุจูู ุณูููู ูุฉูุ ููุงุฑูููุนู ุฏูุฑูุฌูุชููู ููู ุงููู ูููุฏูููููููุ ููุงุฎููููููู ููู ุนูููุจููู ููู ุงููุบูุงุจูุฑููููุ ููุงุบูููุฑู ููููุง ูููููู ููุง ุฑูุจูู ุงููุนูุงููู ููููุ ููุงููุณูุญู ูููู ููู ููุจูุฑูููุ ูููููููุฑู ูููู ููููู “. ุชูุฑุฏ ุจู ู ุณูู .
Dari Ummu Salamah ia berkata; Ketika Abu Salamah meninggal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang ke rumah kami untuk menjenguk jenazahnya. Saat itu, mata Abu Salamah tengah terbelalak, maka beliau pun menutupnya. Kemudian beliau bersabda: “Sungguh apabila ruh telah dicabut, maka penglihatan akan mengikutinya” dan keluarganya pun ribut menangisinya denga suara yang keras. Lalu Beliau ๏ทบ bersabda: “Dan janganlah kalian sekali-kali mendoakan atas diri kalian kecuali kebaikan, sebab ketika itu malaikat akan mengaminkan apa yang kalian ucapkan.” Setelah itu, Beliau๏ทบ berdoa: “ALLAHUMMAGHFIR LI ABI SALAMAH WARFA’ DARAJATAHU FIL MAHDIYYIIN WAKHLUFHU FI ‘AQIBIHI FIL GHAABIRIIN, WAGHFIR LANAA WALAHU YAA RABBAL ‘ALAMIIN, WAFSAH LAHU FII QABRIHI WA NAWWIR LAHU FIIHI.” (Ya Allah, ampunilah Abu Salamah, tinggikan derajatnya di kalangan orang-orang yang terpimpin dengan petunjuk-Mu dan gantilah ia bagi keluarganya yang ditinggalkannya yang lebih baik. Ampunilah kami dan ampunilah dia. Wahai Rabb semesta alam. Lapangkanlah kuburnya dan terangilah dia di dalam kuburnya).”
๐HR. Muslim(920).
๐ปSyaikh Taufiq Al-Ba’dani hafizhahullah berkata:
“โถ Ulama telah sepakat akan disunnahkannya memejamkan kedua mata mayit ketika telah meninggal.
โถ Dan para Ahli Fikih telah sepakat bahwa disunnahkan untuk mengikat antara dagu hingga kepala dengan menggunakan perban atau semisalnya hingga tidak tampak pemandangan yang tidak baik dari mayit, semisal mulutnya tetap terbuka, dan maslahat menuntut yang demikian itu.
โถ Disunnahkan ketika berada di sisi mayit untuk mendoakan kebaikan baginya semisal dengan ampunan, rahmat dan dimudahkan urusannya. Dan juga bagi diri mereka sendiri dengan kebaikan, tidak mengangkat suara dan tidak berdoa kejelekan, dikarenakan Malaikat akan mengamininya.”
๐Faedah Pelajaran Bulughul Maram, Darul Hadits Mabar Yaman, Sabtu, 6 Syawal 1443H.
โMuntaqo Al Fawaid
๐ฑhttps://t.me/abuzurahwiwitwahyu
๐https://abuzurahwiwitwahyu.my.id/
