๐ฟTempat Memandang ketika Sholat๐ฟ
39). Kemanakah seorang yang sholat memandang dalam sholatnya?
Jawab:
๐พSeorang yang sholat memandang ke arah tempat sujudnya dan ketika tasyahud memandang ke arah jari telunjuknya dan mengisyaratkan jari telunjuknya ke arah kiblat.
โก Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
( ููุงูู ุฑูุณููููู ุงููููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ุฅูุฐูุง ุตููููู ุทูุฃูุทูุฃู ุฑูุฃูุณููู ููุฑู ูู ุจูุตูุฑููู ุฅูููู ุงููุฃูุฑูุถู ).
Dahulu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam apabila sholat menundukkan kepalanya dan memandang ke arah bumi (tempat sujud).
๐ HR. Al-Hakim dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany.
โก Dan hadits Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma:
( ุฃูููููู ููุถูุนู ููุฏููู ุงููููู ูููู ุนูููู ููุฎูุฐููู ุงููููู ูููู ููุฃูุดูุงุฑู ุจูุฃูุตูุจูุนููู ุงูููุชูู ุชูููู ุงููุฅูุจูููุงู ู ููู ุงููููุจูููุฉู ููุฑูู ูู ุจูุจูุตูุฑููู ุฅูููููููุง ุฃููู ููุญูููููุง ุซูู ูู ููุงูู ููููุฐูุง ุฑูุฃูููุชู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุตูููุนู ).
Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Beliau meletakkan tangan kanan di atas paha kanan, lalu menunjukkan jari telunjuknya ke kiblat dan mengarahkan pandangan ke jari tersebut-atau ke sekitarnya.” Kemudian ia (Abdullah bin Umar) berkata, “Begitulah cara Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam melakukannya.”
๐ HR. An-Nasa`i. Berkata Syaikh Al-Albany: Hadits hasan shahih.
40). Apakah hukum memandang ke arah langit di tengah sholat?
Jawab :
๐ฟTidak boleh memandang ke arah langit di tengah sholat.
โกDan dalilnya adalah hadits Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu:
ุนููู ุฌูุงุจูุฑู ุจููู ุณูู ูุฑูุฉู ููุงูู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู : ( ููููููุชูููููููู ุฃูููููุงู ู ููุฑูููุนูููู ุฃูุจูุตูุงุฑูููู ู ุฅูููู ุงูุณููู ูุงุกู ููู ุงูุตููููุงุฉู ุฃููู ููุง ุชูุฑูุฌูุนู ุฅูููููููู ู ).ู ุฑูุงู ู ุณูู . ููู ุฑูุงูุฉ: ( ุฃู ููุชูุฎุทููููู ูุฃูุจุตูุงุฑูููู ).
dari Jabir bin Samurah dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hendaklah suatu kaum menghentikan untuk mengangkat pandangan mereka ke langit dalam shalat atau (kalau tidak), niscaya pandangan tersebut tidak kembalikepada mereka (buta).”
โก Dalam riwayat lain:
( ุฃููู ููุชูุฎูุทูููููู ุฃูุจูุตูุงุฑูููู ).
“atau (kalau tidak), niscaya pandangan mereka akan dicabut (dibutakan).”
๐ HR. Muslim.
