๐ฆPerbanyaklah Mengingat Kematian๐ฆ
ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ููุงูู : ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู : ” ุฃูููุซูุฑููุง ุฐูููุฑู ููุงุฐูู ู ุงููููุฐููุงุชู “. ููุนูููู ุงููู ูููุชู. ุฑูุงู ุงูุฅู ุงู ุฃุญู ุฏ ูุงููุณุงุฆู ูุงูุชุฑู ุฐู ูุงุจู ู ุงุฌู ูุญุณูู ุงูุฃูุจุงูู.
Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “Banyak-banyaklah mengingat pemutus kenikmatan yaitu kematian.”
๐HR. Imam Ahmad, An-Nasa’i, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syaikh Al Albany dalam Shahih Al-Jaami’ (1210).
๐ปSyaikh Taufiq Al-Ba’dani hafizhahullah berkata:
“Disunnahkan bagi seorang Muslim untuk memperbanyak mengingat kematian, karena dengan mengingatnya akan membuat untuk zuhud dan menyedikitkan dari ketergantungan terhadap dunia dan akan memperbesar kecintaan akan akhirat serta mendorong untuk berbuat ketaatan dan menjauhi maksiat dan juga akan melunakkan hati. Kematian adalah paling agungnya nasihat. Dan Rasulullah๏ทบ telah memerintahkan untuk memperbanyak untuk mengingatnya sebagaimana dalam hadits. Kematian adalah memutus manusia dari menikmati kelezatan-kelezatan dunia sesaat.”
๐Faedah Pelajaran Bulughul Maram, Darul Hadits Mabar Yaman, Kamis, 4 Syawal 1443H.
โMuntaqo Al Fawaid
๐ฑhttps://t.me/abuzurahwiwitwahyu
๐https://abuzurahwiwitwahyu.my.id/
